Arief pebriansyah atau yang biasa
di panggil minus, pria asli jakarta kelahiran 8 februari 1996,berawal dari hobi
dan tekat untuk mengajak anak muda di daerahnya agar bisa beralih kejalan yang
lebih baik dan salah satunya ialah membuat komunitas pecinta alam, yang di
sebut JembesPala yang berdiri sejak 18 Juni 2015, berawal dari tiga orang
pemuda daerahnya dan sampai saat ini sudah mencapai kurang lebih lima puluh
orang, untuk kegiatan yang ada di JembesPala ini ialah mendaki gunung,panjat
tebing dan bakti sosial, diantara kegiatan tersebut yang paling dominan di lakukan
ialah mendaki gunung, Untuk kegiatan mendaki gunung sering di lakukan di setiap
tiga bulan sekali atau di setiap waktu lenggang para setiap anggota, Markas
JembesPala ini sendiri berada di kawasan Jakarta Barat lebih tepat nya di Jalan
Jembatan Besi RT 06/RW003 Nomor 23.
Banyak sekali pengalaman yang
kita dapatkan setiap kali mendaki gunung, diantaranya kita bisa banyak mengenal
orang yang tadinya kita tidak kenal dan dapat menjadi kenal setelah bertemu di
gunung,kita dapat bertukar pemikiran atau saling menasihati juga “ucap minus”
Pada awal komunitas ini
terbentuk, komunitas ini langsung mengadakan pendakian gunung yang
beranggotakan tiga orang, salah satu Gunung di daerah Jawa barat menjadi tujuan
komunitas ini, Gunung Cikuray yang berada di kawasan garut ini memiliki
ketinggian 2.820 meter di atas permukaan laut, dan pendakian gunung ke dua
ialah di Gunung Gede masih di sekitaran Jawa barat dan di kawasan Taman
Nasional Gede-Pangrango pada saat mendaki ke Gunung Gede anggota yang ikut
serta dalam pendakian sebanyak tiga puluh orang, pendakian ini bisa dibilang
event yang di buat oleh JembesPala sebagai ketua atau panitia pelaksana
pendakian, event tersebut dihadiri oleh pendaki yang berasal dari seluruh
kawasan jabodetabek, untuk pendakian ini panitia menyediakan transportasi
berupa Truk berkapasitas besar.
Untuk segi transportasi sendiri
kesetiap gunung itu berbeda-beda, terkadang bisa di lakukan dengan ngeteng atau
ngompreng dari satu bus ke bus lain, ada juga menggunakan bus pariwisata dan
adapula yang menggunakan Truk aparat, untuk estimasi biaya biasanya akan lebih
murah menggunakan transportasi ngeteng atau ngompreng “ucap pria asli jakarta”
Untuk transportasi ngeteng atau
ngompreng sendiri biasanya dilakukan berbeda-beda lokasi tergantung lokasi
gunung yang akan di tuju, misalnya ingin mendaki ke Gunung Gede biasanya para
pendaki melakukan ngeteng/ngompreng kendaraan melalui terminal kampung rambutan
menuju kawasan bogor dan dilanjutkan menuju kaki Gunung Gede di kawasan puncak
Cibodas untuk uang transportasi yang di butuhkan dengan cara seperti ini ialah
sebesar 100ribu dan budget tersebut sudah mencakup pulang-pergi,untuk biaya makan
sendiri itu tergantung setiap para pendaki.
JembesPala pun sudah ikut andil
dalam pendakian yang di adakan salah satu komunitas lain di kawasan Jakarta
barat, pendakian bersama yang diadakan ini mengadakan pendakian ke gunung Prau
di kawasan Jawa Tengah, transportasi yang di gunakan ialah Bus pariwisata
berkapasitas besar, acara ini membutuhkan dana sebesar 300ribu/orang sudah
termasuk snack,baju,souvenir dan logistik.
JembesPala sendiri mengajarkan
banyak arti kebersamaan contohnya, ketika ingin mengadakan pendakian bersama
para anggota saling pinjam dan meminjamkan kebutuhan apa saja yang dibutuhkan
oleh setiap para pendaki, seperti tas,tenda,alat masak dan keperluan lainnya.
Selain kegiatan utama pendakian
gunung JembesPala pun ikut andil dalam kegiatan wall climbing (panjat tebing)
yang biasanya di lakukan di tengah rutinitas libur pada anggotanya, kegiatan
ini sendiri di lakukan masih di sekitar Jakarta barat yaitu di Gelanggang Olahraga
(GOR) Grogol.
Adapula kegiatan bakti sosial
yang dilakukan JembesPala yaitu menolong sesama kepada setiap korban yang
terkena musibah seperti yang di lakukan di kawasan Pesing Garden Jakarta barat
yang terkena banjir, dan kebakaran di kawasan tanah sereal serta di jatinegara,
bantuan yang di berikan sendiri berupa tenaga dan sedikit sembako dan pakaian
masih layak pakai.
Untuk waktu dekat JembesPala akan
mengadakan pendakian bersama Sejabodetabek, dengan tujuan mempererat tali
silaturahmi kepada setiap pendaki, rencananya acara ini akan di laksanakan di
Gunung Gede, Gunung yang sangat memiliki pesona keindahan tersendiri sehingga
membuat kita tidak akan pernah bosan walu sudah mendaki berkali-kali ke gunung
ini,pokonya banyak banget kenangan yang ngebuat kita kepengen balik terus ke
gunung yang satu ini pokonya gunung ini ngangenin “ucap minus”
Untuk gunung yang paling jauh
Komunita JembesPala ini sudah mendaki hingga gunung Sindoro-Sumbing di kawasan
Jawa tengah.
Pasti pernahkan menggambar gunung
ada matahari di tengah-tengah gunung nya, nah ini dia gunungnya “ucap minus”
Untuk kegunung sindoro-sumbing
ini membutuhkan budget 300ribu/orang sudah terjamin,untuk pendakian pada saat
di Gunung Sindoro-Sumbing melibatkan anggota tiga orang di sumbing dan kurang
lebih lima orang di Sindoro
Untuk Komunitas Pecinta Alam
JembesPala ini tidak seperti Pecinta alam yang ada di institusi seperti sekolah
atau universitas, karna adanya di lingkungan masyarakat jadi tidak ada
pendidikan dasar atau yang biasa di sebut Diklat.
Sesuai prinsip pendiri JembesPala
“minus” komunitas ini terbentuk untuk mewadahi para anak muda yang pergaulannya
sudah tidak baik supaya meninggalkan pergaulan seperti itu.
Untuk pendakian sendiri komunitas
ini tidak menekankan kepada setiap anggota harus ikut, karna prinsip dari
komunitas ini iyalah “kalau memang ada waktu luang dan ada uang yang monggo
ikut kalu tidak ada seama sekali ya kita memakluminya”.
Pesan Untuk temen-temen yang mau
ikut mendaki bareng kita ayo.., monggo kita terbuka untuk siapapun dari pada
kalian begini-gini aja apa gabosen, mending kita mendaki bareng supaya dapet
pengalaman yang baru dan bakal menambah ilmu yang sangat penting, satu hal lagi
kalian bakal tau di gunung yang namanya bener-bener temen atau hanya sekedar
temen yang mau saat seneng aja. Untuk trip dan trik mendaki gunung hemat itu ya
kita ngeteng atau ngompreng ”ucap pria kelahiran 8 februari 1996 ini”
Sesuai dengan trend
saat ini memang banyak sekali para kaum muda yang sudah mulai senang traveler
salah satunya adalah mendaki gunung, biasanya momen pendakian gunung ini lebih
banyak di adakan saat perayaan hari besar seperti, Sumpah pemuda,Tahun baru,dan
Hari kemerdekaan serta masih banyak hari besar lainnya. Trend ini tak hanya
membawa dampak positif tetapi ada pula dampak negatif nya seperti, pendaki
tidak mematuhi aturan yang sudah di berlakukan, beberapa bulan lalu pun terjadi
kematian terhadap pendaki akibat kecerobohannya, dan yang paling sangat di
sorot ialah makin banyaknya sampah yang terdapat di seluruh kawasan puncak
gunung yang sering/banyak di daki oleh para pendaki,kedepannya di harapkan
kepada seluruh pendaki agar tetap menjaga tata tertib dan peraturan yang sudah
di berlakukan oleh dinas terkait agar terciptanya kenyamanan dan keamanan saat
melakukan pendakian.







0 komentar:
Posting Komentar